Tulisan ini saya cuplik dari tulisan Prie GS (narasumber yg sering talkshow di Smart FM) di milis yg saya dan dia ikuti, berikut opininya tentang tulisan di harian Kompas mengenai konser Beyonce di Jakarta kemarin :
Kabar dari Prie GS (6)
Sedulur, berikut catatan saya atas kedatangan Beyonce saat show di Jakarta.
Salam hormat:
Prie GS
Beyonce, Binal, Menggeletar….
Judul tulisan ini saya pungut dari tulisan seorang wartawan atas konser Beyonce di Jakarta, belum lama ini. Sebuah judul yang membuat minat saya atas Beyonce berubah. Saya tak lagi tertarik membayangkan konsernya, tetapi malah ganti tertarik membayangkan imajinasi wartawan ini yang bisa jadi adalah seorang seperti saya: laki-laki. Seorang lelaki yang sedang menonton sebuah konser yang disebutnya sebagai binal dan menggeletar. Waa, ini menarik sekali. Mendengar nama Beyonce disebut saja, saya tak perlu diajari lagi untuk berimajinasi, karena saya juga laki-laki. Apalagi ketika ia disebut binal… menggeletar! Apalagi wartawan ini juga memberitahukan kepada pembacanya tentang gaun super mini, tentang sekujur tungkai, tentang kurva tubuh yang tegas, tentang helai-helai rambut liar yang tersangkut di leher, tentang leher yang basah oleh keringat, yang semuanya terlihat dalam layar besar karena pentas diterangi cahaya 200 ribu watt, tentang bagian bawa gaun yang dilepas lalu dibuang, tentang bagaimana Beyonce menggeletarkan paha, dada dan pantat (yang dalam laporan itu disebut bokong)
sambil membelakangi penonton, tentang gaun atasnya yang terbuka lebar. ‘’Untuk ini tolong Anda bayangkan sendiri,’’ tulis sang wartawan. Tulisan ini dahsyat sekali. Saya terpaksa berhenti membacanya, karena sebagai lelaki, saya tak kuat lagi. Alasannya jelas, Beyonce bukan istri saya. Jika seluruh keindahan ragawinya disodor-sodorkan di depan mata saya, sementara ia bukan milik saya, pasti cuma akan membuat saya tersiksa. Hidup di Indonesia ini sudah penuh ujian, maka saya tak hendak menambah-nambah ujian hidup ini dengan cara menginginkan sesuatu yang bukan milik saya, dan mustahil pula saya dapatkan. Mustahil Beyonce naksir saya dan tiba-tiba datang ke kampung saya di sudut kota Semarang sana untuk berkata: ‘’Tolong Anda poligami, dan jadikan saya sebagai istri muda.’’ Maka dengan berat hati, saya akan menghapus imajinasi ini dengan segera karena ia akan membebani hidup saya yang sudah berat ini. Kedua, jika keindahan ragawi yang gegap gempita itu dibaca oleh lelaki yang sedang tidak bahagia dengan istrinya, ia pasti akan menambah beban deritanya. Istrinya, pasti akan makin terlihat reyot di matanya. Dan di depan tongkrongan Beyonce yang muda, gagah dan sentosa itu tentu akan membuat rumah tangganya terasa sepi, karena setekun apapun istrinya mendampingi, meksipun seluruh kesetiaan telah dicurahkan, tapi tak akan mengobati dahaga atas sebuah kebosanan. Dahaga, tapi tak berdaya, aduh alangkah beratnya.
Terus, jika keterpanaan atas fisik Beyonce itu disodorkan kepada para artis-artis yang telah pensiun , tua dan sepi peran, dibaca oleh perempuan yang sedang grogi dan bersedih karena sedang merasa tidak kebagian kecantikan, pasti akan berisiko menimbulkan luka diam-diam. Karena di hari yang sama saya, di media yang sama, saya juga membaca tentang seorang artis senior yang setiap berkaca, selalu gatal untuk kembali mengencang-ngencangkan kulitnya yang mulai kendor. Sementara di sini ada barisan lelaki yang lemah seperti saya, ada perempuan yang sedang rendah diri dan cemburu, di panggung sana, Beyonce yang kencang sempurna itu, disorongkan untuk mencibir dengan bahagia!
Prie GS
——–
Ha..ha bahkan seorang Prie-pun tidak bisa menahan syahwat membaca tulisan wartawan Kompas tentang Beyonce. Dan dengan argumennya tentang kecemburuan perempuan lain atau artis2 tua terhadap kesegaran Beyonce, atau keinginan laki laki beristri tua atau yg sedang bermasalah dengan rumah tangganya…intinya adalah menyalahkan Beyonce dalam hal ini perempuan…kenapa kok berani-beraninya tampil menggoda merontokkan iman.
Kalau tentang kecemburuan perempuan lain terhadap Beyonce, ini mah relatif, saya sendiri sebagai perempuan dengan kondisi fisik yg tentu saja jauuhh dari Beyonce…gak merasa cemburu…ini saya. Tapi saya juga yakin mayoritas perempuan (baca yg sudah terbiasa dengan paparan entertainment khas barat)..biasa biasa saja..malah mungkin kagum dengan Beyonce, dan sadar sesadar sadarnya bahwa apa yg sudah tercetak di tubuh Beyonce selain karunia Allah juga ada kerja keras artis itu sendiri..gimana strict-nya dia merawat tubuh. Saya sendiri kalau disuruh memilih ingin body seperti Beyonce dengan syarat harus kerja keras dulu (diet ketat, jadual ke gym yg ketat)…wah ya terimakasih saja. Ini lebih pada sebuah pilihan, Anda bisa memilih untuk menjadi langsing menggiurkan atau si gembrot yang lamban…terserah Anda.
Tentang artis2 tua yang sudah peot…saya rasa banyak yang tidak mempermasalahkan kesenjangan body dengan artis yang lebih muda. Tua adalah kodrat, kendor adalah hukum alam, manusia tidak bisa melawan gravitasi bumi. Opini tentang kecemburuan sebagian perempuan terhadap Beyonce sangat mengada ada. Sepertinya Pak Prie meragukan kondisi mental mayoritas perempuan..bahwa dengan menonton Beyonce akan menimbulkan kecemburuan. He..he naif banget Pak, perempuan tidaklah seperti itu (mungkin hanya sudut pandang saya saja).
Coba simak opini teman saya sesama perempuan:
Jika Beyonce menggetarkan, artis2 tua atau perempuan-perempuan tidak berfisik secantik Beyonce, ngapain harus menderita, toh Tuhan menciptakan segala sesuatu sesuai porsinya. Jika saat ini ada yang belum menikah dan rasaya gak bakal mampu meraih
orang secantik Beyonce, mampu menggetarkan sukma, yah bersyukurlah. Dibalik kemegahan Beyonce, pasti ada sesuatu yang berharga yang patut dipelajari semua orang.
—–
Saya kira hanya laki laki yang memang belum terbiasa terpajan tontonan/entertainment ala barat..akan merasa seperti yang Pak Prie rasakan. Horny begitu melihat rambut basah Beyonce…buat yg sudah beristri coba2 menghayal punya istri Beyonce, berpikir/menghayal sebentar seperti itu sah sah saja, gak ada yang ngelarang kan. Yang bikin repot adalah kalau laki laki tsb ingin mewujudkan keinginannya dengan segala macam cara. Dan itu cuman berapa gelintir yang begitu? Wah Pak Prie ini kok juga meragukan kecerdasan mental laki laki. Kalau saya kok percaya mayoritas laki laki yang nonton atau baca ulasan di harian Kompas…biasa biasa saja, tertarik sih pasti iya lah…wong namanya laki laki normal..tapi ya sebatas itu…terlalu jauh kalau kemudian memikirkan tentang poligami. He..he emang Beyonce-nya mau.
Saya sebenarnya sangat sok tahu tentang kecerdasan mental laki laki…mungkin aja Pak Prie benar?? Jadi dunia entertainment memang harus direpresi dengan UU antipornoaksi?? Haahhh