RSS

Tag Archives: cemilan sehat

Food & Hotel Asia Exhibition @Singapore

Event yang berlangsung 17 – 20 April 2012 di Singapore Expo, hanya bisa saya ikuti sehari saja yaitu tanggal 19 April. Mau nambah sehari lagi kok harus nambah stay, meski nginap di ‘budget hotel’ Singapore, bagi saya masih saja harganya terlalu tinggi. Mau nginep ala backpacker di dorm….wah belum biasa, sendirian lagi, mestinya yang beginian saya lakukan sepuluh tahun yang lalu.

Bermula dari baca iklan event tsb di harian Kompas, panitia menawarkan pre-registering buat yang mau berkunjung. Tak menyia nyiakan kesempatan itu, saya register di official web mereka, mengisi formulir yang disediakan secara online, dan dalam hitungan menit balasan berupa approval dari panitia, saya terima via email. Wah cepat sekali responnya. Pengunjung non-registered harus bayar SGD 80.

Banyak informasi yang saya butuhkan sebelum memutuskan pergi ke sana. Untung panitia punya fan page di Facebook, saya tanya2 di wall mereka, dan surprise mereka selalu menjawab apapun pertanyaan saya, responnya cepat sekali. Mungkin CS mereka standby 24 jam :D

Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on 22/04/2012 in bisnis, produk, ritel

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Dyah Purana, Ciptakan Camilan Sehat Non-MSG (Artikel di Portal Ciputra Entrepreneurship)

Link artikel di portal entrepreneurship ternama Ciputra Entrepreneurship

Berikut cuplikan lengkapnya:

=================

Camilan yang beredar di pasaran banyak sekali ragamnya, dari yang bikinan pabrik besar sampai bikinan industri rumahan. Dan sebagian besar mengandung zat aditif kimia tambahan. Kalau zat tersebut memang diperuntukkan untuk makanan tentunya tidak masalah asalkan sesuai ambang batas yang diizinkan.

Vetsin atau MSG adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan cita rasa makanan. Padahal sebenarnya dengan bumbu bumbu natural dari alam sudah cukup bisa membuat makanan menjadi enak dan gurih. Hanya saja MSG sangat murah harganya. Jadi sering dipakai oleh pelaku industri makanan untuk menguatkan rasa produk mereka dengan biaya sekecil mungkin. Dibanding dangan pemakaian bumbu natural alami, pasti biaya pemakaian MSG lebih murah.

Keripik adalah salah satu produk makanan ringan yang sering ditambahkan MSG di dalamnya, terutama keripik dengan cita rasa yang asin, misal keripik tempe, keripik jamur, keripik singkong, dan lain-lain. Karena bahan utama keripik tersebut bercita rasa tawar, industri makanan berinovasi dengan menambahkan perasa. Jadi selain MSG, bahan kimia yang ditambahkan bisa berupa perasa buatan, pewarna makanan, serta pengawet makanan.

Meskipun bahan bahan kimia tambahan tersebut diizinkan penggunaannya dalam batas tertentu, tetap saja jika dikonsumsi di atas ambang batas akan menimbulkan gejala penuruan kesehatan. Terlebih lagi kita tidak bisa memantau, apakah suatu makanan yang kita konsumsi mengandung bahan kimia atau tidak. Karena kadang pabrikan terutama industri makanan rumahan tidak mencantumkan komposisi produknya secara lengkap.

Untuk mengisi kebutuhan konsumen yang peduli dengan makanan ringan yang sehat, Dyah Purana yang selama ini malang melintang dalam bisnis online-nya Aremafood.Com, menciptakan produk keripik tempe dan jamur bebas MSG. Keripik tempe tersebut sangat terkenal di Malang, tapi kebanyakan produk keripik tersebut menggunakan MSG, dan bahan perasa tambahan kimia lain.

Dyah bereksperimen membuat keripik tempe non-MSG rasanya tidak kalah enak. Karena masyarakat awam kebanyakan berasumsi, keripik tanpa MSG pasti rasanya hambar. Dengan penambahan bumbu bumbu alami yang memang dipakai sebagai bumbu adonan tepung keripik tempe, rasanya tetap enak meski tanpa MSG. Tapi rasa gurihnya memang tidak setajam jika menggunakan MSG, ini gurihnya ‘mild’, dan tidak bikin eneg.

Keripik tempe dari kota Malang terkenal dengan aneka rasa, selain rasa original ada aneka rasa barbeque, balado, keju, dan sebagainya. Kemudian Dyah berkesperimen lagi untuk membuat perasa dari bahan alami, seperti misalnya rasa keju. Bumbu keju bisa dibikin dari keju bubuk ditambah protein whey untuk menguatkan rasa kejunya. Jadilah keripik tempe dengan perasa keju alami. Memang produk akhirnya menjadi agak mahal, tapi tidak berefek negatif bagi kesehatan jangka panjang.

Selain keripik tempe, Dyah juga membuat keripik jamur tiram. Tempe dan jamur tiram adalah bahan makanan yang mudah didapat dan kaya akan protein. Dyah memasarkan produknya di toko online Aremafood.Com miliknya, selain melalui agen-agennya yang tersebar di kota kota besar. Jakarta adalah yang tertinggi menyerap hasil produksinya.

Kane Kane adalah nama yang diciptakan sebagai merek produk keripik tempe dan jamur tiram tersebut. Orang asli kota Malang pasti paham apa arti Kane Kane. Malang terkenal dengan bahasa lokalnya ‘boso walikan’, yaitu bahasa lokal yang membalik cara baca dari belakang. Kane Kane artinya adalah Enak Enak. Cocok dengan online store milik Dyah yang lebih dulu eksis Aremafood.Coma yang diambil dari kata Arek Malang.

Dyah memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mengenalkan produknya. Pelanggannya kebanyakan adalah orang kantoran yang terbiasa berbelanja online dan melek internet. Tren berbelanja online sudah semakin meningkat belakangan ini. Karena memudahkan konsumen menjangkau produk yang secara geografis jauh dari lokasi tempat tinggalnya.
Dyah Purana
Jl. Istana Dieng Utara I no. 17
Malang 65146

 
2 Comments

Posted by on 03/04/2012 in bisnis, produk, ritel, Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,