RSS

Pelajaran Dari Workshop Bisnis ‘How To Grow Your Business’

25 Dec

Kemarin TDA Ngalam, komunitas yg saya cintai menyelenggarakan workshop bisnis seharian (rencananya sih). Workshop ini bertema bagaimana membangun fondasi bisnis dan membangun beberapa lantai di atas fondasi itu. Bisnis diibaratkan membangun gedung bertingkat.

Narasumber adalah Teguh Wibawanto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden TDA. Kesan saya, Pak Teguh ini seorang yang suka belajar, cerdas, dan runtut. Banyak dari logika pemikirannya yang bikin saya sreg. Pak Teguh ini bukan tipe pembicara yang berapi api khas motivator, beliau adalah guru yang detil dan runtut dalam mengajar. Bukankah jadi pembicara seminar adalah pekerjaan semacam guru.

Tapi sayang dari materi yang semakin lama semakin padat menuntut keseriusan, terpaksa harus disunat karena kendala kuota waktu sewa ruangan.

Kritik terbuka saya untuk panitia (eh saya juga panitia ding, jadi kritik untuk diri saya sendiri juga dong) yaitu untuk materi yang banyak, padat seperti itu sebaiknya sesi sesi ‘bermain’ yang fungsinya untuk penyegaran diminimalkan, taruhlah 2 menit saja setiap alokasi waktu sebelum coffee break. Karena sayang, para peserta sudah mulai masuk ke tahap serius, dan pembicaranya juga masih bersemangat, harus diakhiri karena keterbatasan waktu. Sehingga materi terakhir disajikan dengan terbirit birit. Jadi ibarat olahraga tidak mencapai orgasme…..ups.

Atau mustinya workshop ini dibikin 2 hari….he he mantapp. Ini sih ngelantur saja.

Oke kembali ke materi.

FONDATION
Bisnis ibarat membangun gedung bertingkat HARUS dibangun fondasinya dulu. Kelamaaaaan, kalau fondasi dulu kapan jualannya. Yaaa Anda mau membangun bisnis atau ngelapak? Kalau cuma ngelapak gak usah bangun fondasi memang. Punya atau pinjem produk, gelar dagangan, kuat malu, bisa langsung jualan. Tapi sampai kapan Anda kuat ngelapak?

– Kiat memilih bisnis bagi pemula, suka dulu, mampu dan bisa mengerjakan, dan terakhir harus menghasilkan.
– Bisnis harus fokus dahulu, tapi Anda tahu pasti ujungnya nanti akan seperti apa. Anda bisa mendeskripsikan kira kira akan seperti apa bisnis Anda 10…20…30 tahun ke depan.
– Kalau belum menjadi bangunan yang utuh jangan berpindah ke bisnis lain. Ini godaan yang sering dialami oleh pemula.

Yang harus dipunyai oleh seorang pebisnis dalam membangun FONDATION adalah:
1. Self Control:
– Memiliki tujuan

– Membuat ‘action plan’

– Manajemen waktu : Inti dari manajemen waktu adalah keahlian memilah mana tugas yang ‘urgent’ dan ‘important’. Kalau sudah ahli di sini Anda bisa meminimalkan stress.

– Identitas yang baik

– Be X Do = Have : seingat saya ini adalah formula dari Action Coach. ‘Be’ adalah bagaimana kita memandang diri kita, bagaimana kita memantaskan diri, dan bagaimana kita belajar untuk menjadi pebisnis. Dalam ‘Be’ ini ada tujuan, keyakinan, doa, dan motivasi. ‘Do’ atau tindakan yang tepat. Akan menghasilkan ‘Have’ yang diinginkan.

Saya suka dengan analogi Pak Teguh tentang Be x Do = Have ini. Jika Anda tiba tiba punya uang 1M dan anda sedekahkan semua dengan harapan Anda akan mendapatkan gantinya, sedangkan diri Anda ‘Be’ nya belum memadai. Belum tentu Anda akan mendapatkan penggantinya, bisa jadi bangkrut beneran. Tapi kalau ‘Be’ sudah dipunyai dengan ‘Do’ yang tepat, ‘Have’ hanyalah akibat saja. Karena ‘Be’ dan ‘Do’ adalah kondisi ‘keberlimpahan’ yang akan ‘attract money’ dari sumber manapun.

– Menjadi tuan dari emosi kita (ini asli nyindir saya): Karena esensi dari membangun tim bisnis adalah ‘leadership’ , dan leadership intinya adalah pengendalian diri. Gak ada karyawan yang suka bekerja untuk owner bisnis yang pemarah🙂

– Fokus 10.000 jam keahlian : Saya teringat bukunya Malcolm Gladwell ‘Outliers’ (belum tamat :(), di buku ini disajikan banyak contoh orang orang master di bidangnya karena telah melewati 10.000 jam latihan. Jadi di sini tidak masuk istilah pebisnis sukses instan. Sukses akan dicapai setelah latihan, belajar, latihan……yang panjaaaaang.

– Percaya diri

– Keahlian komunikasi

– Bersyukur

– Keberlimpahan

Point point di atas adalah penjelasan untuk sebagian yang dibutuhkan dalam membangun FONDATION.

Dalam menulis saya tidak punya keahlian menulis yang runtut, seringnya melompat lompat.  Baiklah demi memuaskan hasrat mari kita melompat🙂

Beberapa yang saya ingat adalah:

1. Aspek Legalitas dalam bisnis adalah sangat penting sekali.

Dikisahkan Pak Teguh ada temannya yang berbisnis di bidang alat alat outdoor/outbond kecolongan karena nama tokonya telah diambil orang dan dipatenkan untuk nama produk. Teman ini mematenkan merk-nya dengan kategori ‘toko’ bukan ‘produk’. Jadi dia tidak bisa memakai nama/merk yang sudah diciptakannya untuk produk produknya.

Mulailah mematenkan merk Anda sebelum terkenal🙂 Kalau nunggu terkenal dulu baru beli patennya, ya kalau belum dipatenkan orang lain Anda beruntung. Kalau sudah, Anda harus mulai membangun brand lagi dari awal😦

2. Menulis Iklan (RULE)

Pak Teguh juga belajar dari TDW rupanya. Inti menulis iklan yang saya ingat dari TDW adalah PENGUKURAN atau MEASUREMENT. Dan Pak Teguh disiplin menerapkan ini (thumb up). Kalau bisnis Anda belum menjadi raksasa besar dan kuat, perhitungkan setiap sen yang Anda keluarkan untuk iklan.

Tapi tentu saja jangan takut untuk bereksperimen. Dengan eksperimen, Anda akan jadi tahu bahwa iklan yang sudah terbit berhasil atau tidak. Jika iklan yang sudah diterbitkan tidak berhasil………..selamat!!! Anda telah menemukan cara yang TIDAK TEPAT🙂 Jadi jangan diulangi lagi. Kalau Anda tidak pernah bereksperimen, bagaimana bisa tahu iklan tsb menghasilkan atau tidak.

Dikisahkan Pak Teguh, untuk bikin beberapa skrip iklan, beliau mencantumkan nomer kontak yang berlainan, dengan tujuan mudah mengukurnya. Berapa ‘call’ dari skrip/media A, berapa ‘closing’ dari A tadi.

Rule dari Pak Teguh, ulangi lagi iklan yang menghasilkan transaksi yang surplus plus plus. Buang iklan yang ‘apes’, bahkan iklan yang impas juga TIDAK perlu diulangi….catetttt !!!

Skrip iklan yang menghasilkan kira kira seperti ini  . Ini iklan yang menyentuh attention, interest, desire, action dari konsumen.

Tulisan ini tidak saya bikin bersambung lagi, karena saya sering tidak menepati janji😀

Semoga bermanfaat.

 
5 Comments

Posted by on 25/12/2011 in bisnis, TDA

 

Tags: , , , , ,

5 responses to “Pelajaran Dari Workshop Bisnis ‘How To Grow Your Business’

  1. Aryo Sanjaya

    25/12/2011 at 18:13

    Memakai BB termasuk membangun pondasi bisnis gak mbak?

    *padahal komen pake aipon*

     
  2. Evi

    25/12/2011 at 18:48

    Gitu dunk ah, update blog..Terus banyak2 menulis tentang bisnis..Biar saya baca saja dari sini, malas kalau nulis sendiri, enakan nulis jalan2 hehehehe..Selamat ya atas workshop-nya..TDA itu ciri khasnya, gak berhenti belajar…

     
  3. katong edan

    25/12/2011 at 19:10

    *tepuk tangan

     
  4. annasahmad

    26/12/2011 at 07:49

    artikelnya luar biasa!!!

     
  5. Izadian

    28/12/2011 at 18:00

    rangkuman yang keren mba dyah. jadi pengen ngeblog juga

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: