RSS

Siapa Target Pasar ‘Fried Chicken’ Lokal ???

08 Jan

Bermula dari rekomendasi teman tentang gerai ‘Fried Chicken’ ala KFC rasa lokal, saya mencoba fried cicken satu ini. Biasanya males sih nyoba nyoba ayam goreng ala ‘fried chicken’, bukan kenapa, hanya karena saya gak begitu suka dg ayam goreng bertepung ini. Saya lebih suka ayam goreng ‘spicy’ ala Jawa yang pakai sambel puedesss. Saya pakai istilah ‘fried chicken’ untuk membedakannya dengan ayam goreng ala Jawa.

Tapi karena anak anak saya pada suka ‘fried chicken’ (belum nemu sih anak anak yang gak suka ‘fried chicken’ apalagi kalau itu KFC), jadilah saya mampir ke Jacson nama gerai fried chicken lokal tadi. Nama memang berbau Amerika, tapi yang punya orang Dampit, Malang Selatan.

Gerai itu setiap hari selalu ramai, buka pagi sampai malam. Di kota Malang sudah ada 2 gerai, dan dua duanya ramai, apalagi kalau liburan. Saya selalu suka mengamati rumah makan atau toko yang ramai. Bangunan tidak terlalu luas, lumayanlah hampir sama dengan gerai KFC di kota kecil macam Malang ini.

Di pelataran parkir jangan harap menjumpai mobil, yang ada hanya motor, karena itu lahan parkir mereka tidak terlalu luas, cukuplah untuk puluhan motor. Dan 2 gerai mereka berada pada jalan ramai yang dilalui angkot.

Dari pengamatan di pelataran parkir saja sudah jelas siapa target pasar mereka. Yang saya kagumi mereka jeli membidik target pasar dan konsisten dalam pelayanan untuk kelas konsumen mereka.

Dimulai dari menu, mereka tentu saja bikin paket hemat, seporsi ‘fried chicken’ + nasi + es teh hanya Rp. 7.000. Kalau di KFC menu yang sama sudah sekitar Rp. 20.000. Mereka bisa murah sekali, karena gak pakai soft drink, tapi es teh di gelas bukan teh kemasan botol. Ayam yang masuk paket hanya yang bagian paha atau sayap, bagian dada (yang lebih mahal) dijual terpisah.

Soal rasa ayamnya, lumayanlah (dengan harga segitu) hampir sama dengan KFC, bumbu meresap ke ayam bukan hanya sebatas tepung saja. Tapi sayang sebagian ayam yang mungkin terlalu lama di lemari kaca pemanas, kerenyahannya sudah berkurang, terutama bagian dada ayam yang bertepung tebal.

Itulah yang membedakannya dari KFC. Standar kualitas KFC, untuk ‘fried chicken’ yang sudah melewati ‘batas toleransi’ waktu penyimpanan pasti akan di-destroy. Tidak ada rasa ‘sayang’ kalau berhadapan dengan standar QC. Sehingga tidak pernah ada produk ‘fried chicken’ mereka yang terasa keras balutan tepungnya, seperti yang saya rasakan kemarin di resto ‘fried chicken’ lokal ini. Standar QC inilah yang dibayar ‘mahal’ oleh konsumen KFC. Jadi logikanya, konsumenlah yang membiayai produk yang kena ‘destroy’😦

Di ‘fried chicken’ lokal ini, kemarin saya tengak tengok kali saja menemukan pengunjung dengan kernyitan di dahi menghadapi ‘fried chicken’ yang sudah keras. Dan yang saya lihat hanya wajah wajah yang sedang menikmati sajian di piringnya. Ternyata mereka tidak bermasalah dengan itu.

Oke mungkin rasa ‘sedikit keras’ pada ‘fried chicken’ ini bisa ditolerir oleh konsumen mereka. Selanjutnya tentang detil yang lain: sedotan yang dipakai bukan sedotan putih berulir yang bisa bengkok, hanyalah sedotan lurus yang tentu harganya lebih murah. Tidak ada mesin pengering tangan di wastafel mereka, yang ada hanya handuk🙂 Tidak ada TV dan tentu tidak ada Wifi gratis.

Yah mereka memang harus menghemat banyak hal yang masih bisa ditolerir konsumennya, untuk menyesuaikan diri dengan harga yang hanya 1/3 dari harga KFC.

Saya kagum dengan ketajaman cara ‘fried chicken’ lokal ini membidik target pasarnya. Mulai dari lokasi dipilih bukan lokasi kelas A di kota Malang. Mungkin hanya lokasi kelas C, tapi kelas C yang ramai, dekat pemukiman yang padat penduduk, jalan ramai dengan banyak jalur angkot.

Satu lagi, tentang musik, tentu tidak ada musik jazz di sini he he. Atau musik gamelan Jawa yang biasa terdengar di resto resto bernuansa alam, yang tentu tidak disukai oleh kelas konsumen mereka.

Jika dibandingkan dengan gerai ‘fried chicken’ Amazy, gerai Jacson ini lebih cerdas (menurut saya sih) dalam membidik target pasar. Amazy tidak jelas target pasarnya, dan tidak konsisten…..iyalah ‘inkonsistensi’ terjadi karena targetnya tidak jelas.

Amazy yang ada di kota Malang (setahu saya) pilihan lokasinya beragam. Satu gerai di lokasi kelas B+, di sebuah ruko dekat Plaza Dieng, gerai yang lain dekat kampus ITN. Siapa sih sebenarnya yang mereka bidik? Kalau targetnya mahasiswa, harga Amazy masih tergolong mahal. Kalau targetnya ‘menengah’ kenapa salah satu gerai ada di dekat kampus. Entahlah………

Dan faktanya Amazy kalah ramai dengan Jacson.

Ah saya jadi punya alternatif kalau anak anak pingin makan ‘fried chicken’ he he🙂

 
6 Comments

Posted by on 08/01/2012 in bisnis

 

Tags: , , , , ,

6 responses to “Siapa Target Pasar ‘Fried Chicken’ Lokal ???

  1. ylabdo

    09/01/2012 at 10:12

    Lokasi…lokasi…lokasi…mencerminkan terget market…good sharing mbakyu…very inspiring

     
  2. Dyah Purana

    09/01/2012 at 17:22

    Tks PakDe

     
  3. Vivi

    10/01/2012 at 08:05

    aku lewatin setiap hari 2x pulang pergi, tapi gak pernah nyobain hehe…
    pernah compare ama JFC yang masih satu grup dengan Citra Bakery, mbak….
    kesanku sih.. lebih alot… hwhwhw

     
  4. Dyah Purana

    10/01/2012 at 08:12

    Mb Vi, ayamnya gak alot, hanya crispy-nya yg kurang renyah, kelamaan nyimpen kali. Kl rasa bumbunya sdh oke. Sebelumnya pernah nyoba yg paha ayam, mungkin msh baru diangkat dr penggorengan…..rasanya crispy…..nayamul lah.

     
  5. suwanto

    13/04/2012 at 14:15

    Terima kasih bu Dyah atas komentarnya di blog. Sukses juga utk aremafood. Bumbu non msg nya bagaimana bu

     
  6. yeni

    22/07/2015 at 22:58

    Bisa delivery order ga mbak? Lg laper ini😦

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: