Bagaimana Membesarkan Bisnis Online – Workshop Review

ecommerceDengan booming-nya bisnis online tahun ini, banyak pelaku baru bisnis ini yang bermunculan di jagat maya, ada yang didukung modal besar (investor), banyak juga yang modal dengkul kayak saya dulu. Kebanyakan adalah anak anak muda yang tertular virus startup bisnis khususnya bisnis digital dari negeri Uncle Sam.

Anak anak muda itu memulai bisnis sejak kuliah, ada yang memulai menjadi freelancer, ada yang langsung bikin startup-nya. Mereka bermodal pengetahuan dan pendidikan, dengan modal uang tidak terlalu banyak langsung ‘develop’ bisnisnya.

Ide ide mereka anak anak muda itu bikin saya geleng geleng, kok ada ya ide kayak gitu. Saya yang sudah usia paruh baya ini kadang gak bisa ngikuti tren perkembangan dunia digital. Tapi karena bisnis saya bisa dikatakan masuk ranah digital, mau gak mau saya memaksa diri untuk harus cepet tahu dan belajar tentang begituan itu.

Saya penggila seminar, workshop dan sejenisnya, kalau tahu ada acara tsb yang menurut saya baguus, saya pasti bersemangat sekali ikut. Tapi beberapa tahun ini saya mengurangi ikut ikut acara kayak gitu, eforianya sudah lewat, dan saatnya saya lebih fokus ke ‘action’. Hanya acara kecil kecil yang lokasinya dekat, dan acara internal komunitas TDA Ngalam saja yang saya ikuti, tujuannya ya menyambung silaturahmi, kecuali………

Workshop menarik ini saya ikuti kemarin di Universitas Bakrie, penyelenggaranya adalah Startupbisnis.com sebuah startup juga, dengan misi menjadi wadah belajar bagi para startup dengan menyediakan konten edukasi, forum, meet up, dan kegiatan yang lain.

Startupbisnis.com ini dibangun oleh duo (CMIIW) digital expert, @dennysantoso expert E-Commerce dan weight loss nutrition (pantes langsing, biasanya pegiat di dunia digital jarang yg langsing), dan @reintweets (Rhein Mahatma) expert di bidang ‘inbound marketing’.

Bagi yang belum tahu apa itu ‘inbound marketing’ bisa baca baca di hubspot.com blog langganan saya.

#SBWorkshop tsb menghadirkan pemain E-Commerce besar macam Zalora Indonesia, Saqina, Disdus (skrg diakuisisi Groupon), Bukalapak, juga Duniafitnes. Selain founder Saqina, founder lainnya masih usia 30-an he he.

Berikut yang saya pelajari dari mereka.

@Dennysantoso E-Commerce expert, co founder duniafitnes.com & startupbisnis.com :

1. Jualan itu sebenarnya simpel banget, Anda hanya harus menemui target market Anda.

2. Pengalaman Ko Denny dalam menjual weight lost nutrition, dia mengandalkan data base pelanggan. Dia mengirim newsletter edukasi tentang program diet (saya juga berlangganan he he), baru dalam newsletter ke 7 dia masuk untuk jualan. Dalam email tsb pasti dong ada Call to Action (CTA) yang memuat link ke Landing Page (LP) jualan. Denny membuat banyak LP, 1 produk 1 LP. Menurut dia, lebih baik kita menebar banyak jala daripada memancing….good point.

3. Konten di LP dibikin sedemikian rupa supaya terjadi konversi ke transaksi, salah satu caranya dengan dropdown menu pilihan produk, dimulai dari yang paling mahal ke yang paling murah.

4. Menurut Denny, pebisnis online harus lebih aktif dibanding jika Anda berbisnis offline. Anda harus berupaya 2x lebih keras untuk mendatangkan orang ke web Anda. Kalau berbisnis offline, buka toko di tepi jalan meski sepi pasti ada beberapa orang yang lihat. Kalau berbisnis online, dan Anda tidak berusaha menarik orang ke web Anda, pasti tidak ada yang tahu.

5. Yang harus dilakukan utk pemula bisnis online, Anda harus fokus ke jualan dulu, fokus ke bisnis dulu, jangan dulu sibuk dengan otak otik web (coding)….he he siapa yang seperti itu? Banyak kan. (Tapi tergantung bidang bisnisnya juga, ini tidak berlaku kalau bisnisnya adalah startup aplikasi/program).

6. Buka toko online, Anda jangan set margin sangat kecil. Jika Anda memotong margin, Anda tdk bisa bikin bisnis dengan ‘scale’ gede, karena gak ada biaya utk membesarkan ‘scale’. Jika jual murah, anda hanya akan mendapat customer tipe diskon hunter, tdk loyal. Kalau ada yang nawarin harga lebih rendah si diskon hunter ini langsung hengkang. Karena itu Ko Denny tidak menyarankan jualan produk KW. Produk KW kompetitornya sudah sangat banyak, untuk menarik pelanggan penjualnya seringkali banting harga. Ambil contoh jual tas KW (replika tas branded), kalau dari awal jualannya sudah dikenal pelanggan dengan produk KW, misal dia coba jual produk ori, sulit bagi pelanggan untuk percaya itu bener bener ori, karena image produk KW sudah terbentuk di benak pelanggan. Dan Anda tidak bisa berbuat banyak membesarkan bisnis dengan margin kecil.

7. Bisnis online harus menjaga reputasi lebih dari bisnis offline. Pengalaman Denny, ada pelanggan yang komplain tentang produk yang diterimanya ada sedikit kerusakan, pelanggan dikirim barang yang baru, barang yang pertama dikirim tidak diminta untuk dikembalikan. Rugi dong?….iya, tapi reputasi kita bagus, reputasi lebih mahal dari harga barang tsb.

8. Build your customer data base. Denny sudah membuktikan dia sudah mendapatkan ratusan juta dari bisnis yang mengandalkan data base pelanggan. Coba kunjungi duniafitnes.com apa tampilan pertama web tsb? Tentang hal ini ada yang mendebat, bukankan tampilan awal web yang meminta data base pengunjung adalah ‘annoying’, tapi menurut Denny statistik membuktikan lain.

@achmadzaky bukalapak.com & hijup.com :

7 Lessons of E-Commerce Business:

1. Find the right product, focus on position (jangan fokus di 1 brand, high risk)

2. Get the competitive price, scale your business, find good supplier

3. Attract with great photo : cantik, detil, kontekstual (iyalah model hijup.com cantik banget)

4. Focus on cust. satisfaction, fast delivery, good package more than expected, nice communication after sales

5. Manage your sales channel, focus only few but strong channel, build content

6. Be active & responsive

7. Trust data, do analisys

Menurut Zaky tren toko online saat ini adalah….security, simplicity, tech savy. Pelanggan hanya mau beli di web E-Commerce yang terpercaya, pelanggan mengharapkan model pembayaran yang aman.

Hadi Wenas managing director & co founder Zalora Indonesia :

– Di awal Zalora buka, pelanggan 70% adalah perempuan, karena barang paling banyak adalah barang female fashion. Kalau sekarang menurut Wenas, produk male fashion ditambah, pelanggan laki laki mancapai 50%. Siapa bilang laki laki gak fashion minded? Dan kata Wenas pelanggan cowok lebih loyal lho. Pelanggan cewek mungkin tipe diskon hunter 🙂

– Ongkos Kirim (ongkir) GRATIS —> kenapa Zalora bisa ? Gimana itung2annya?

Berawal dari survey kenapa orang takut belanja online? Sebagian alasan karena mahalnya ongkir, terutama untuk kota yang jauh dari Jakarta. Logika Wenas sederhana saja, dengan pemberlakuan ongkir gratis omzet Zalora nambah 50%, sedangkan biaya ongkir & warehouse hanya nambah 25% —> worth it kan?

– Pengadaan barang di zalora pertama dengan sistem dropshipping (DS), skrg sdh menggunakan sistem konsinyasi semua. Pengadaan stok dengan sistem konsinyasi menurut Wenas lebih low risk, experience customer dalam berbelanja online lebih terkontrol.

@mohammadrosihan mantan President TDA, co founder saqina.com :

Pak Rosihan yang sudah lama malang melintang di dunia digital ini adalah guru bisnis online saya.

– Menurut beliau yang sudah lama membangun bisnis online Saqina, ke depan bisnis online yang ‘sustain’ adalah bisnis yang juga memproduksi barang, sebagai produsen. Wah ini ‘forecast’ baru. Saqina yang semula adalah toko online (berdagang bukan berproduksi) sekarang masuk ke lini produksi kerudung. Waiting list customer (B2B) kerudungnya sudah sangat panjang. Sampai kadang saqina.com tidak kebagian stok kerudung.

– Potensi customer bisnis online di masa depan adalah pengguna smartphone low end, bukan smartphone brand terkenal.

– Jika bisnis online sudah menemukan beberapa channel pemasaran yang pas, yg diperkuat selanjutnya adalah produk.

Begitu sekilas review saya tentang pemaparan narasumber di workshop #SBworkshop.

Rhein startupbisnis
mejeng sm Mas Rhein co founder Startupbisnis.com
Denny
mejeng sm koko Denny co founder Startupbisnis.com arema juga
makan malam setelah workshop
dinner startupbisnis
makan malam di Plaza Festival kawasan Epicentrum
Advertisements

21 thoughts on “Bagaimana Membesarkan Bisnis Online – Workshop Review

  1. Pertemuan yg membangkitkan semangat..
    Smoga Ntar tips2nya dibagikan lebih banyak lg sama bu dyah via blog ini 😉

  2. Artikel yang sangat menginspirasi. Semoga bisnis yang baru saya mau rintis ini bisa sesukses mereka, pengalaman masih kurang banget soalnya.

  3. harus berusaha terus tanpa menyerah dan bekerja keras agar berhasil. menginspirasi sekali. , Lillian

  4. jadilah populer macam artis. konten penting gak penting bakal dapet retwit dan favorit banyak. , Anne

  5. Terlepas dari benar atau tidak cerita ini setidaknya bisa jadi bahan perenungan sih. , Monika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s