RSS

‘Local Brand Keren’ Harus Dibela – Pesta Wirausaha TDA 2014 (Bagian #1)

14 May
‘Local Brand Keren’ Harus Dibela – Pesta Wirausaha TDA 2014 (Bagian #1)

PW-TDAPesta Wirausaha (PW) TDA adalah acara tahunan yang digelar oleh komunitas entrepreneur terbesar di Indonesia yaitu komunitas Tangan Di Atas (TDA). Saya sebagai member jadul TDA, tidak pernah absen hadir mulai tahun 2007 yang waktu itu namanya masih Milad (Ulang Tahun) TDA. PW adalah milestone bagi bisnis saya. Dari PW satu ke PW berikutnya banyak manfaat yang saya dapatkan, buat diri pribadi saya, pengetahuan, teman, networking dll. Dari PW satu ke PW berikutnya saya bisa mengukur kemajuan bisnis saya, mengukur pengetahuan, dan mengukur jumlah teman saya. Tentu dong semua makin bertambah.

Tak lupa juga saya bisa mengukur apa yang bisa saya sumbangkan untuk TDA. Tahun ini di kepemimpinan Presiden TDA @fauzirachmanto saya beruntung bisa memperkuat jajaran Editor & Redaktur web tangandiatas.com, serta admin media sosial TDA, yang memang masih belum maksimal *pengakuan.

PW tahun ini bagi saya sangat istimewa, karena merk saya Kane Kane masuk seleksi sebagai produk #ZonaKeren, sesuai dengan tema PW ‘Local Brand Keren’. Supaya cerita tidak melantur ke mana mana, saya batasi pada pembahasan ‘Local Brand Keren’ dan ilmu ilmu Branding yang saya dapatkan di PW kali ini.

‘Local Brand Keren’ digagas oleh Presiden TDA @fauzirachmanto, Founder senior TDA @roniyuzirman dan pegiat ‘creativepreneur’ yang concern dengan misi mengangkat brand brand lokal supaya mendunia, yaitu Arief Budiman @mybothsides, Handoko Hendroyono @Handoko_h, dan @SaktiMakki. Brand lokal harus dibela, dan diangkat untuk bisa sejajar dengan brand internasional. Di TDA banyak pengusaha yang sudah punya brand, punya produk bagus, tapi belum tahu road map-nya untuk menaikkan branding-nya. Itu adalah pekerjaan besar kita bersama.

Karena #ZonaKeren adalah pekerjaan besar yang melibatkan banyak pihak, maka dibentuk ‘task force’ #ZonaKeren, dengan Koordinator Dee Rahma @HeyDeeRahma. Pihak pihak yg tergabung di dalamnya yaitu, para kurator : Roni Yuzirman, Handoko Hendroyono, Arief Budiman, Sakti Makki, Ayip. Juga melibatkan para desainer : Komunitas Do Art, Mahasiswa Binus. Dan juga pihak produsen : Benoa Kreati (custom furniture), Omorfa Matia (souvenir dari pelepah pisang), Minikinizz (cloth diapers), Furniture Aktif (recycled furniture), Kane Kane (Fruit Chips), Dhofaro (kemeja Tenun), Sanderm (Wedang Beras Hitam), Bungas Sasirangan (produk dr kain sasirangan), Artprint (hiasan printing), Enigami (produk kerajinan kertas), Eltaft (sepatu), Rewood (kacamata kayu). Keduabelas produsen tsb adalah hasil seleksi dari produk teman teman TDA senusantara yang masuk ke meja dewan kurator.

Saya cerita singkat prosesnya sampai produk produk #ZonaKeren akhirnya bisa nampang di booth ekslusif PW, supaya teman teman TDA yang lain terinspirasi untuk mendaftarkan produknya di #ZonaKeren berikutnya. Setelah proses penyeleksian selesai, produsen diminta komitmennya untuk memproduksi hasil desain ulang produk mereka. Hasil redesign ini adalah karya kolaborasi antara desainer (komunitas Do Art dan mahasiswa Binus) dan dewan kurator. Ini proses yang amat penting, karena menyatukan ide, seni, sisi bisnis, dan implementasinya dalam suatu produk yang notabene melibatkan banyak pihak dengan bidang ilmu berbeda beda adalah hal yang sulit. Semula saya pesimis, dan memandang project ini adalah ‘mission impossible’ (dari sudut pandang produsen).

Ditambah lagi dengan waktu yang sangat mepet, dan komunikasi yang kurang intens antara produsen, kurator, dan desainer, maka lengkaplah sudah keterbatasan project ini. Tapi hey, pengusaha adalah orang yang bisa menciptakan solusi dari masalah yang ada. Kalau tidak bisa terwujud, berhenti saja jadi pengusaha. Akhirnya dengan tekad bulat dan saling menyemangati antar produsen, kami produsen bisa mewujudkan desain produk hasil kolaborasi tsb.

Meski hasil akhir produk masih belum sempurna, tapiii ini adalah langkah awal mewujudkan mimpi ‘Local Brand Keren’. Saatnya brand lokal naik kelas, dan saatnya pula pengusaha tidak mentok hanya jadi ‘tukang jahit’ saja. Kita harus jadi pemilik brand kelas dunia. Seperti yang disimpulkan oleh @SaktiMakki mentor/kurator saya di sesi mentoring kelompok : bisnis itu duitnya ada di BRAND.

Bisnis itu duitnya ada di BRAND….. wooow jleb banget bukan, sedikit menyakitkan atau banyak malah. Kita produsen yang jumpalitan bikin produk, kemudian jual, bikin lagi jual lagi, perbanyak produk jual lagi, dengan pola yang terus sama seperti itu bertahun tahun, tanpa tahu road map untuk menjadikan produk kita menjadi brand kelas dunia. Apa yang kita dapat dari pola tadi,margin banyak? awareness brand kita meningkat? Tidak.

Malah yang sering terjadi, untuk melipatgandakan laba usaha kita berusaha memproduksi lebih banyak lagi, dengan margin yang tidak seberapa. Kita terjebak dalam pola pikir, untuk menghasilkan keuntungan lebih banyak…..ya jual produk lebih banyak. Itu seperti ‘rat race’-nya Kiyosaki.

Analoginya begini supaya lebih bisa dipahami, sepatu Nike diproduksi di pabrikan Tangerang katakan dengan biaya produksi 100rb, dijual di toko seharga 500rb. Duit yang masuk ke ‘tukang jahit’ dalam hal ini pabrikan berapa? 100rb. Sedangkan yang masuk ke pemilik brand Nike, berapa? katakan 400rb. Nah, jika sepatu tsb dengan biaya produksi dan pabrikan yang sama tapi dijual katakan dengan merk Neki, adakah orang yang mau beli dengan harga 500rb?

Analogi sederhana di atas menggambarkan, pemilik brand mendapatkan duit lebih banyak daripada pabrikan, dengan ‘hanya’ bermodalkan brand Nike. Tapi untuk menciptakan brand yang seperti Nike adalah tidak mudah, tidak bisa instan. Ada road map yang harus dilalui oleh pengusaha, dan tentu ada ilmunya tersendiri.

Di bagian #2 saya akan menuliskan intisari mentoring kelompok oleh @SaktiMakki seorang konsultan brand yang kliennya adalah brand brand ternama di Indonesia (Garuda Indonesia, Indofood, dll), beliau adalah mentor/kurator saya di #ZonaKeren. Dan saya akan menuliskan juga materi branding (lagi) yang saya dapat dari Teguh Wibawanto (Direktur Kerjasama Eksternal TDA) @teguhhydro waktu beliau mengikuti workshop branding Hermawan Kertajaya, yang ini lebih ke road map-nya.

Jadi benar PW kali ini, saya keblinger BRANDING, semoga saya bisa mengimplementasikannya di bisnis saya sekeren ilmu yang saya dapatkan.

 
1 Comment

Posted by on 14/05/2015 in bisnis, TDA

 

One response to “‘Local Brand Keren’ Harus Dibela – Pesta Wirausaha TDA 2014 (Bagian #1)

  1. Evi

    15/01/2016 at 14:04

    Aku kemana saja ya selama ini? Kayaknya harus aktif di TDA lagi. Bergizi, Jeng🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: