RSS

Expo Pesta Wirausaha 2013 – Pengalaman Ngelapak Offline Pertama

14 Feb

Dahlan Iskan @Main Stage Pesta Wirausaha

Baru pertama kali ngelapak offline, langsung ikut pameran skala besar macam Expo-nya Pesta Wirausaha yang digagas oleh komunitas entrepreneur Tangan Di Atas (TDA) @tangandiatas. Besar pengunjungnya dan tentu saja besar tarifnya.

Bagi yang belum tahu tentang Pesta Wirausaha, acara tsb adalah acara menyambut ulang tahun (milad) komunitas entrepreneur TDA. Setiap tahun skala acara pasti bertambah besar. Tahun 2012, acara berlangsung di gedung Smesco dg peserta sekitar 2000. Dan tahun ini meningkat menjadi sekitar 3000 peserta. Berlangsung di JIExpo Kemayoran (PRJ) Jakarta 8-10 Februari 2013. Selain seminar besar, ada kelas kecil, expo yang dibanjiri oleh pembicara pebisnis TOP serta ikon entrepreneur Indonesia. Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Chairul Tanjung (sayang berhalangan hadir), Rhenald Kasali, Sudhamek menjadi narasumber.

Karena sudah cinta hidup sama TDA (gak mau cinta mati), okelah dijabanin aja perhelatan akbar tahunan dengan kemunculan lapak offline Aremafood pertamakali. Banyak teman teman yang heran, mungkin ada yang bertanya dalam hati ada pula beberapa yang terucap ‘kok berani sih Mbak ikut pameran’?

Lha apanya sih yang ditakutin. Udahlah kalau sudah nyemplung jadi entrepreneur, jangan percaya hitung hitungan di atas kertas 100%, tapi ya jangan bondo nekat 100% tanpa perhitungan.

Hitung hitungan sederhana saya, tujuan ikutan mejeng di Expo PW adalah untuk BEP saja. Lho kok pesimis amat? Iyalah saya masih sayang sekali kalau harus melewatkan acara seminar di Main Stage maupun di Growing Stage kalau hanya fokus jualan saja.

Jadi selain jualan maunya juga ikutan seminarnya dong, konsekuensinya….ya jangan bawa dagangan banyak banyak. Pameran produk ritel korelasi antara volume produk dan besarnya profit berbanding lurus.

Buat yang jualan ritel dan mau ikut pameran, perhitungan harus detil. Saya kurang sreg dengan prinsip pameran yang cuma ‘branding’ saja. Salah seorang mentor saya bilang, pameran ya harus jualan, aktivitas branding itu efek samping saja. Tapi tergantung jenis bisnisnya juga sih.

Buku ‘Keajaiban Tangan Di Atas’

Jualan ritel tentu margin agak mefeeet dong (kecuali produk fashion), apalagi makanan ringan. Jadi saya berhitung apa saja stok yang akan saya bawa, strategi jualan seperti apa. Kalau produk dijual eceran pasti terengah engah untuk mengejar tarif pameran. Jadi saya bikin aja paket paket sesuai varian produk. Sambil jualan paket, jualan eceran, dan juga bikin sistem untuk reseller. Saya jualan bundling paket dan buku Keajaiban Tangan Di Atas. Kan ada cerita tentang saya di buku itu he he.

Karena harus mengirim produk dari Malang ke Jakarta, dan produknya itu lho, ringan tapi besar, biaya ekspedisinya jadi tinggi juga. Untungnya saya punya langganan ekspedisi yang bisa kasih harga yang ekonomis.

Saya bawa staf saya dari Malang untuk pameran tsb. Dan tentu kurang dong yang jaga pameran kalau cuma 2 orang, apalagi saya pasti loncat sana loncat sini untuk ngejar seminar di beberapa tempat. Lha suami juga lebih berat sama seminarnya daripada bantuin jualan. Akhirnya saya minta tolong teman TDA juga yang punya jasa outsourcing SPG. Thanks to Mas Yodhi. Alhamdulillah SPG dadakan tsb kerjanya memuaskan. Dia pinter sekali jualan, atraktif dan proaktif, sehingga staf saya ketularan. Kayaknya sih lebih pinter dia dalam hal jualan daripada saya he he.

Stand Aremafood di ‘Pesta Wirausaha’ dg 2 staf handal saya

Selama 3 hari pameran gimana dong hasilnya? Begini….ada hasil yang berupa fulus, ada hasil yang berupa ilmu, ada hasil yang berupa networking, daaan ada hasil yang berupa peluang. Dua yang terakhir ini yang gak bakal didapat kalau saya ‘tidak keluar’, atau jualan di Malang saja, atau jualan online saja.

Saya sampai pada kesimpulan, kayaknya makanan apapun bisa tuh dijual di Jakarta he he, potensinya bagus. Orang orang Jakarta terpesona dengan keripik buah Kane Kane. Padahal kalau di Malang biasa saja tuh keripik buah.

Banyak peluang berseliweran selama 3 hari itu. Banyak yang tertarik jadi reseller, di antaranya Bu Presiden TDA, atau Pak Rawi hi hi. Yang dahsyat adalah tawaran dari juragan bandeng asal Semarang, beliau sudah berhasil jadi eksportir keripik singkong ke Malaysia. Mas Fauzun ini menantang saya, berapa kapasitas produksi sebulan? berani menyuplai berapa ton ke Malaysia? Waduuuuh….happy problem nih.

Jadi meski produk saya masih sisa beberapa kardus, (eh ini pun sudah ada reseller saya di Jakarta yang ‘nampani’) saya tidak puyeng. Karena saya menilai bahwa ilmu ilmu dan peluang selama 3 hari itu lebih penting dari semuanya. Meski saya mengalami kelelahan fisik dan pikiran, tapi saya puas dengan Expo PW kemarin.

Betul lho, 2 minggu sebelum expo, sepertinya saya menderita gejala stress. Dan itu bisa dibuktikan secara klinis, bukan stress jadi jadian, atau perasaan saja. Jadi betul stress itu gejala klinisnya nyata. Yang saya rasakan: jantung berdebar, nafas pendek pendek (meski sdh narik nafas panjang), susah konsentrasi, mual, sering pusing, diare….ha ha lengkap dah. Saat acara berlangsung, semua itu sudah lenyap tanpa bekas.

Kok sampai stress sih? Bisnis ukuran UKM proses ‘berpikir’ masih terpusat pada owner. Apalagi UKM yang fokus online, pasti bukan jenis usaha yang padat karya, justru prinsipnya efisiensi SDM. Saya ‘berpikir’ dan kerja fisik juga.

Saran saya buat para startup di TDA yang berminat ikut pameran PW tahun depan, mulai dari sekarang jalin networking dengan senior TDA (TDA jadul), kenalan, yah sedikit sok akrab gakpapa. Tujuannya apa? ya supaya mereka ntar mau mampir ke stand Anda. Mereka pasti beli kok ha ha. Kebangetan kalau gak wkwkwkw.

Selain peluang peluang di atas, ada juga yang meminta saya menyuplai produk di salah satu koperasi karyawan. Ada yang minta mewawancarai saya dari majalah apa lupa namanya. Intinya adalah pebisnis online sekali sekali ‘you must go out’.

 
6 Comments

Posted by on 14/02/2013 in bisnis, TDA

 

Tags: , , , , , , , , ,

6 responses to “Expo Pesta Wirausaha 2013 – Pengalaman Ngelapak Offline Pertama

  1. Ferry Angga

    15/02/2013 at 08:34

    Selamat ya mbak dyah,tulisan sampeyan memang enak diikuti. Pantes kalau nerbitin buku nih.🙂

     
    • Dyah Purana

      16/02/2013 at 08:25

      Ikutan tren orang TDA nulis buku? wa ha ha

       
  2. helmy wardhana

    15/02/2013 at 13:38

    D kasih A+ kok masih kurang….tambah 4 jempol wes……….kapan2 aku d ajari nulis yo mbak……..n selamat menempuh jalan tersesat baru……

     
  3. Dyah Purana

    16/02/2013 at 08:33

    ayo ngeblog Bos

     
  4. collection unique (@collectionuniqu)

    18/02/2013 at 08:56

    Sangat menginspirasi mbak, dagagannya boleh lewat apa saja(Online), tp cr jaringan harus copy darat, gt ya mbak kurang lebih nya🙂 SUKSES!

     
  5. Dyah Purana

    20/02/2013 at 16:12

    Betul Mbak, krn networking lbh afdol kalau offline

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: